Mikel Arteta Mengatakan Konsistensi Adalah Raja

Melawan Crystal Palace, Mikel Arteta menurunkan barisan pemain Arsenal yang sama dengan yang diturunkan ketika melawan Manchester United, dibtuhkan hanya empat pertandingan bagi Arteta sedangkan bagi Unai Emery melkaukannya dengan lebih dari 50 laga untuk untuk bisa menapatkan komposisi terbaik. Inilah sebabnya mengapa konsistensi sangat penting.

Salah satu alasan Pep Guardiola telah mencapai kesuksesan seperti itu selama karirnya adalah karena gaya sepak bola yang dia latih pada dasarnya tidak berubah dari bentuk aslinya. Formasi 4-3-3, ia menggunakan sepak bola cepat, lancar, penjaga gawang dan bek tengah dengan distribusi yang sangat baik, dan lini tengah yang dinamis dengan penyerang yang banyak sekali untuk mencapai gaya sepakbola yang menjadikan dirinya tidak terkalahkan selama dekade terakhir atau begitu. Konsistensi adalah modus operandi-nya.

Tentu saja di setiap tim yang dia latih, itu sedikit berubah. Dia memelopori gaya tiki-taka modern di Barcelona, ??menggunakan Andres Iniesta dan Xavi sebagai poros ganda kreatif yang berbatasan dengan holding Sergio Busquets. Dia kemudian menciptakan kekuatan destruktif dengan Bastian Schweinsteiger, Javi Martinez, dan kemitraan mematikan Franck Ribery dan Arjen Robben di Bayern Munich. Continue reading “Mikel Arteta Mengatakan Konsistensi Adalah Raja”